KKP-E

Kredit Ketahanan Pangan dan Energi

adalah kredit modal kerja dan/atau investasi yang diberikan dalam rangka mendukung pelaksanaan program Ketahanan Pangan dan Program Pengembangan Tanaman Bahan Baku Bahan Bakar Nabati di bidang Pertanian dan dibidang Kelautan dan Perikanan.

Sasaran Kredit

Diperuntukkan bagi Perorangan, Kelompok/Gabungan Kelompok Tani, Kelompok Usaha Bersama (KUB), Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) dan Koperasi.

Objek yang dibiayai :

  • Bidang pertanian:
  1. Pengembangan tanaman pangan;
  2. Pengembangan tanaman hortikultura;
  3. Pengembangan perkebunan;
  4. Pengembangan peternakan;
  5. Pengadaan pangan;
  6. Pengadaan/peremajaan alat dan mesin untuk mendukung usaha tersebut diatas.
  • Bidang Kelautan & Perikanan:
  1. Pengadaan pangan di bidang perikanan meliputi pembelian ikan hasil tangkapan dan ikan hasil budidaya untuk menjamin stabilitas harga;
  2. Penangkapan ikan, meliputi kegiatan usaha penangkapan dengan menggunakan alat penangkapan ikan (API);
  3. Pembudidayaan ikan, meliputi kegiatan usaha pembenihan dan pembesaran;
  4. Pengadaan/peremajaan peralatan, mesin, dan sarana lain yang diperlukan untuk menunjang kegiatan usaha penangkapan ikan dan usaha pembudidayaan ikan.

Plafond Kredit

Plafond kredit paling tinggi sebesar Kebutuhan Indikatif yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Besarnya plafond individual KKP-E ditetapkan dengan memperhatikan Kebutuhan Indikatif, dengan ketentuan:

  • Bidang Pertanian:
  1. Perorangan maks. Rp 100 juta.
  2. Koperasi/kelompok tani dan/atau Gapoktan untuk Pengadaan pangan maks. Rp 500 juta,
  3. Kelompok tani untuk pengadaan/peremajaan alat dan mesin dalam usaha mendukung pengembangan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan maks. Rp 500 juta.
  • Bidang Kelautan dan Perikanan:
  1. Perseorangan baik nelayan atau pembudidaya ikan maks. Rp 100 juta,
  2. Kelompok Usaha Bersama (KUB)/Kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan)/Koperasi paling banyak Rp 500 Juta digunakan untuk kegiatan usaha: Pengadaan pangan di bidang perikanan; Pengadaan/peremajaan peralatan, mesin, dan sarana lain yang diperlukan untuk menunjang kegiatan usaha penangkapan ikan dan usaha pembudidayaan ikan.

Suku Bunga

  • Suku bunga ditetapkan oleh Pemerintah RI terdiri dari bunga beban debitur dan bunga subsidi.
  • Suku bunga sangat ringan sekali karena debitur cukup membayar bunga beban debitur.
No.
Kelompok Kegiatan Usaha/Komoditi
Tingkat Bunga
Beban Bunga Debitur
Subsidi Bunga
1
KKP-E Tebu
12,75%
8,00%
4,75%
2
KKP-E Non Tebu
a) Peternakan
13,75%
5,75%
8,00%
b) Selain Peternakan
13,75%
5,25%
8,50%

*Periode 1 Oktober 2015 s.d. 31 Maret 2016, Suku Bunga tersebut diatas bersifat floating berlaku untuk seluruh kredit yang belum lunas (outstanding), serta seluruh kredit yang direalisasikan pada periode tingkat bunga dimaksud.

Jaminan Kredit

Jaminan Tambahan adalah barang bergerak (contoh: BPKB kendaraan) dan/atau barang tidak bergerak (contoh: Sertipikat Tanah dan/atau Bangunan).

Syarat Pengajuan Kredit

  1. Pas foto terbaru ukuran 4 X 6;
  2. Foto copy bukti identitas diri (KTP/SIM);
  3. Menggarap sendiri lahannya (petani milik penggarap) atau menggarap lahan orang lain (petani penggarap);
  4. Luas lahan yang dibiayai maksimum 4 Ha dan tidak melebihi plafond kredit Rp 100 juta per petani/pekebun;
  5. Berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah;
  6. Untuk permohonan kredit lebih dari Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) harus memiliki NPWP;
  7. Apabila nelayan, memiliki identitas diri berupa KTP/kartu nelayan yang diterbitkan oleh dinas kabupaten/kota;
  8. Syarat lainnya sesuai ketentuan bankjatim.

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi INFO BANK JATIM 14044 atau hubungi kantor Cabang Bank Jatim terdekat.